Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, January 16, 2020

Memberi = Menerima - www.oppungs.com


Perhatikan baik-baik matematik sosial di bawah ini. Kok bisa begitu?

Ada seorang ayah yang mempunyai 3 orang anak dgn harta sebanyak :
"19 ekor kerbau"

Ketika mendekati ajalnya, sang Ayah membagikan warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan:

1/2 utk anak pertama,
1/4 utk anak kedua,
1/5 utk anak ketiga.

Setelah sang ayah meninggal dunia.
Ketiga anaknya membagikan kerbau sesuai pesan ayah mereka.
Tapi mereka menemukan kesulitan dan keganjilan

1/2 x 19 = 9,5 ekor
1/4 x 19 = 4,75 ekor
1/5 x 19 = 3,8 ekor

Bahwa masing2 mereka akan mendapatkan bagian kerbau yg tidak utuh
Dan masing2 anak TIDAK MAU mengalah semua berusaha mendapatkan
bagian secara utuh karena harta peninggalan sang ayah berjumlah 19 ekor kerbau.

Kabar tentang pertengkaran mereka terdengar oleh seorang bapak miskin yg hanya mempunyai 1 ekor kerbau.

Krn prihatin dgn hal tsb,akhirnya sang bapak menemui mereka, dan bersedia dengan ikhlas memberikan kerbau nya supaya masing-masing anak mendapat bagian yg utuh, sehingga jumlah kerbau
menjadi 19+1=20 EKOR

Anak-anak itu setuju dan mereka mulai membagi:

Anak pertama mendapat :
1/2 x 20 = 10 ekor

Anak yang kedua mendapat bagian :
1/4 x 20 = 5 ekor

Anak yang ketiga mendapat bagian :
1/5 x 20 = 4 ekor.

Demikianlah masing2 anak mendapatkan bagian yg utuh.
Dan totalnya ternyata 10+5+4=19.
AJAIB KAN ?
             
Akhirnya tersisa 1 ekor yang diberikan kembali pada bapak miskin yang bijak tadi.

Percayalah jika kita memberi dengan ikhlas untuk menjadi bagian dari solusi, ternyata kita TIDAK KEHILANGAN sesuatu apapun, malah memberi manfaat bagi sesama karena Allah lah yang akan menggantikan semua itu.

Seperti dlm kasus ini walaupun sebenarnya sang bapak yg miskin tidak mengharap kerbaunya kembali, krn ia telah ikhlas menjadi bagian dari solusi itu ...............!!!

PESAN MORAL :
Memberi dg ikhlas, tidak berarti akan mengurangi harta kita punya walau sepeserpun.

Selamat merenung

Kenapa Ketika Marah Orang Berteriak - www.oppungs.com


•••••••• *M A R A H* ••••••••

Seorang Syeikh berjalan dg para muridnya, mereka melihat ada anggota Keluarga yg sedang Bertengkar, dan saling Berteriak....
Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya :

 "Wahai muridku,..
Kenapa orang berteriak ketika marah...?
Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang Marah..? "

Salah satu Murid menjawab :
" Karena kehilangan Kesabarannya,makanya mereka Berteriak..."

Si Syeikh Bertanya kembali :
" Tetapi.., mengapa harus Berteriak kepada orang yg tepat berada di sebelahnya..?
Bukankah pesan yg ia sampaikan, bisa ia ucapkan dgn cara Halus...? "
Tanya sang Syeikh menguji murid-muridnya.

Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yg mereka sepakati.

Akhirnya sang Syeikh berkata :
"Apabila dua orang sedang Marah, maka hati mereka saling Menjauh....
Untuk dapat Menempuh jarak yg Jauh itu, mereka harus Berteriak agar Perkataannya dapat Terdengar....

Semakin Marah,...maka akan Semakin Keras Teriakannya.
Karena Jarak kedua hati semakin Jauh....

Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan Saling Jatuh Cinta....
Mereka tidak Saling Berteriak antara yang satu dengan yang lain....
Mereka Berbicara Lembut, karena Hati mereka Berdekatan....

Jarak antara kedua Hati sangat Dekat..."
Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi ?
Mereka tidak lagi Bicara. Mereka hanya Berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang

Pada akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi Berbisik,
Mereka cukup hanya dengan Saling Memandang.....
Sedekat itulah dua insan yg Saling Mengasihi..."

Sang Syeikh memandangi Muridnya dan mengingatkan dengan lembut :
" Jika terjadi Pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan Hati kalian Menjauh...
Jangan Ucapkan Perkataan yg membuat Hati kian Menjauh....
Karena jika kita biarkan,.. suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh...."

Semoga kita dijauhkan sifat sifat amarah,
Dianugerahi kelapangan dada dan kesabaran..

Monday, January 13, 2020

Pandangilah Suami/Istri-mu Yg Sedang Tidur Lelap - www.oppungs.com


Bag. I:

Teeng...

Terdengar denting bunyi jam 1 kali, menandakan jam 01.00 dini hari.
“Assalamu’alaikum…!”
Ucapnya lirih Rino saat masuk rumah.Tak ada orang yang menjawab, Rino tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur.
"Biarlah malaikat yang menjawab salamku,”Gumamnya dalam hati.Diletakkanlah tas, ponsel dan kunci-kunci di meja.Setelah itu, barulah Rino menuju kamar mandi untuk kencing sekalian berwudlu kemudian berganti pakaian.

Semua tertidur pulas, tak ada satu-pun yang terbangun.Segera Rino beranjak menuju kamar tidur.Pelan-pelan dibukanya pintu kamar.Rino tidak ingin mengganggu tidur istrinya.Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadiran suaminya.Kemudian Rino duduk di pinggir tempat tidur.Dipandanginya dalam-dalam wajah Rina istrinya.

Rino teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum Rino menikah.Ayahnya berpesan:
"Jika kamu sudah menikah nanti..
•Jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu.Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.
•Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu.Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda.Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.
Dan..Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya,Maka..Lihatlah ketika istrimu tidur.."

“Kenapa Yah, kok waktu dia tidur?”Tanya Rino kala itu.
Ayahnya menjawab :“Nanti kamu akan tahu sendiri"

Waktu itu, Rino tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.
Malam itu, Rino mulai memahaminya. Malam itu, Rino menatap wajah istrinya lekat-lekat. Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima.Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. Pancaran tulus dari kalbu. Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan. Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuhharap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.

Dalam batin, Rino bergumam,“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis
•Yang leluasa beraktivitas,
•Banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu.Lalu aku menjadikanmu seorang istri.
•Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
•Memberikanmu banyak batasan,
•Mengaturmu dengan banyak aturan.Dan aku pula..
•Yang menjadikanmu seorang ibu.
•Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
•Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.

Wahai istriku..Engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban..
Kini aku memberikan beban di tanganmu, dipundakmu..
•Untuk mengurus keperluanku,
•Guna merawat anak-anakku, juga
•Memelihara kenyamanan rumahku.Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.Kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.Kau buang egomu untuk menaatiku,Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku..Di kala susah, kau setia mendampingiku.Ketika sulit, kau tegar di sampingku.Saat sedih, kau pelipur laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.Jika aku gundah, kau penyejuk hatiku.Kala aku bimbang, kau penguat tekadku. Bila aku lupa, kau yang mengingatkanku. Ketika aku salah, kau yang menasehatiku.

Wahai istriku..Telah sekian lama engkau mendampingiku.Kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.
Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu..?!
Dengan alasan apa aku marah padamu..?!
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata.
Akulah yang harus membimbingmu.
Aku adalah imammu.Jika kau melakukan kesalahan.
Akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu.

Jika ada kekurangan pada dirimu.Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.Karena kau insan, bukan malaikat.Maafkan aku istriku..Kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan. Mari kita bersama-sama membawa bahterarumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah azza wa jalla.

Segala puji hanya untuk Allah azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodohku.
”Tanpa terasa air mata Rino menetes deras di kedua pipinya.Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.Tak lama kemudian ia pun terlelap.

Bag. Ii:

Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.Rina, istri Rino terperanjat sambil terucap:
“Astaghfirullaah, sudah jam dua..!
"Dilihatnya sang suami pulas di sampingnya.Pelan-pelan ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.
“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatanganmu.Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa.
Sudah makan apa belum ya dia..?! "Gumamnya dalam hati. Ada niat mau membangunkan, tapi ach.. tidak tega.

Akhirnya Rina cuma pandangi saja wajah suaminya. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Hanya hatinya yang bicara:
“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku.
Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku.
Begitu besar harapan kusandarkan padamu.Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan dipundakmu.Wahai suamiku..
•Ketika aku sendirian..Kau datang menghampiriku.
•Saat aku lemah..Kau ulurkan tanganmu menuntunku.
•Dalam duka..Kau sediakan dadamu untuk merengkuhku.
•Dengan segala kemampuanmu..Kau selalu ingin melindungiku.

Wahai suamiku..
•Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.
•Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.
•Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal„tidak menyurutkan langkahmu.Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.

Lalu..Atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu.
Dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu?
Seberapapun materi yang kau berikan,itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.Jika kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku,tapi..Kesungguhan & tekadmu beramal shaleh, mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan Allah..

Membanggakanku dan membahagiakanku.Maafkan aku wahai suamiku..Akupun akan memaafkan kesalahanmu.
Alhamdulillah.. segala puji hanya milik Allah.Yang telah mengirimmu menjadi imamku.Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..                     
”ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما
"Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota 'ayun waj'alna lil muttaqina imamma"••••••••Aamiiin..,

Renungan ini untuk dicontoh dan praktekkan.
Semoga bermanfaat.

Sekilas Ucapan Teman Terdengar Biasa, Tapi Ternyata Sangat Berbahaya - www.oppungs.com


1. Seorang teman wanita bertanya saat memberikan selamat ulang tahun:
“Hadiah apa yang diberikan suamimu di hari Ulang Tahunmu?”
“Tidak ada”. Jawabnya pendek. Temannya bertanya lagi: “masa sih? Apa engkau tidak berharga di sisinya?? Aku bahkan sering diberi hadiah suamiku walaupun tanpa alasan yang istimewa”.
Siang itu, ketika suaminya telah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah……keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian terjadi perceraian!!!.
Dari mana sumber masalah nya??
Kalimat sederhana yang diucapkan teman sang istri.

2. Saat arisan seorang ibu bertanya : ‘Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit? Bukankah anak-anakmu banyak??”
Rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu mulai terasa sempit oleh penghuninya, ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

3. Seorang teman bertanya: “Berapa gajimu sebulan kerja di toko si Fulan?” Ia menjawab: “1 juta rupiah.” “Cuma 1 juta rupiah! Sedikit sekali ia menghargai keringatmu, apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?”
Sejak itu ia membeci pekerjaannya, lalu ia minta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak, dan mem PHK nya, kini malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

4. Seorang kakek bertanya kepada kakek tua: “berapa kali anakmu mengunjungimu sebulan?” Si kakek menjawab, “sebulan sekali”. “Wah keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering”.
Hati si kakek menjadi sempit, padahal tadinya ia amat rela terhadap anak-anaknya, akhirnya ia jadi sering sedih dan menangis, dan ini memperburuk kesehatannya dan kondisi fisiknya.

Sebetulnya masih banyak contoh-contoh lain ……
tetaplah berpikir sebelum bicara pada teman,
yg diajak bicara jangan pula bodoh, pikiran sempit......MENGIZINKAN PIHAK LUAR merebut kebahagiaan yang sudah dia miliki.

Saturday, December 28, 2019

Dialog Anak Ayam Dan Induknya - www.oppungs.com



ANAK AYAM bertanya Pada INDUK nya

Anak Ayam :
Mak,
kita semua kok namanya sama, yaitu : AYAM.
Gak seperti Manusia, masih kecil sudah punya Nama :
Mail,
Amir,
Didik,
Munim,
Ramrau,
Purnima,
Lea,
Devi,
Cicik,
Dewi,
Anto,
Indra,
Isabella,
Tampan,
Mariapan,
Dll....

Induk Ayam :
Nak....! Manusia yang masih hidup Nama nya memang banyak, tapi nanti kalau sudah Mati,
nama nya satu, yaitu : MAYAT.
Beda dengan kita. Kalau kita sudah Mati, Baru nama nya banyak.
Ada yang nama nya
Ayam Goreng,
Ayam Bakar,
Ayam Panggang,
Ayam Pop,
Ayam Penyet,
Sate Ayam,
Opor Ayam,
Gulai Ayam,
Soto Ayam
Ayam Rendang
Lodo Ayam,
Asem-asem Ayam,
Bubur Ayam,
Ayam Kecap,
Ayam Betutu,
Ayam Rica2,
Ayam Kremes,
banyak lagi.

Anak Ayam :
Oh gitu... Mak...!
Jadi nggak boleh iri ya sama Manusia, mereka itu nggak berguna kalau sudah Mati, tapi kita ini berguna kalau sudah Mati.. .Bisa di tempatkan di mana saja bisa di Restoran-restoran besar dan kecil dan juga bisa di Warung-warung makan, kalau manusia tempatnya cuma satu.." KUBURAN"....

Filosofinya...bahwa manusia klo sdh mati tdk ada artinyaa...dan hanya amal baik saja yg di bawa...
Mari selalu berbuat baik
HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN
dan semoga Amal kita baik di akhir Hayat Kita Nanti 
Aamiin......

Tuesday, December 17, 2019

Teruslah Berbuat Baik - www.oppungs.com


Kupu-kupu tidak pernah tahu bahwa dirinya indah
Namun orang-orang di sekelilingnyalah yang merasa bahwa kupu-kupu itu indah

Begitu pula kemuliaan dan kebaikan seseorang,
Selayaknya kita tidak merasa diri kita baik
biarlah orang-orang di sekeliling kita yang tahu bahwa diri kita baik

Bisa jadi di kala engkau terlelap tidur
Mungkin ada ribuan doa yang diam-diam naik kelangit untuk mu
Mungkin dari si fakir yang pernah kau beri
Mungkin dari si yatim yang pernah kau kasihi
Mungkin dari orang-orang yang pernah kesusahan engkau santuni

Maka jangan pernah ujub dengan mengungkit-ungkit pemberian mu

Teruslah berbuat baik, semoga nikmat dan karunia-Nya memberkahi kita semua

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin